Senin, 30 November 2009

Aspek Internal Manajemen dalam Pengembangan dan Implementasi
Teknologi Informasi di Perusahaan


PENDAHULUAN
Teknologi Informasi adalah teknologi yang berhubungan dengan pengumpulan, penyimpanan, pengolahan dan penyebaran informasi. Teknologi Informasi terdiri dari hardware dan software. Hardware dapat berupa computer, laptop atau notebook dilengkapi dengan perangkat pendukungnya seperti printer, jaringan, infocus, modem, LAN dan lain-lain. Sementara software adalah aplikasi-aplikasi dan system yang digunakan. Jenis aplikasi misalnya Microsoft, Oracle. Jenis system misalnya Microsoft Windows, Linux, Sun Solaris.
Saat ini teknologi informasi berkembang sangat cepat. Hampir semua bidang kehidupan dan industri sudah tersentuh oleh teknologi informasi, baik itu entertainment, kesehatan, pendidikan, asuransi, bank dan bahkan untuk pemerintahan pun teknologi informasi sudah banyak digunakan.
Salah satu kemajuan teknologi informasi adalah internet. Internet saat ini merupakan fenomena yang mempunyai pengaruh luar biasa terhadap perkembangan perusahaan.
Menurut R. Montealegre dalam tulisannya “Implications of Electronic Commerce for Managers in Less Developed Countries”, dalam jurnal Information Technology for Development 7 (1996), hal 145–152 menyebutkan “the growth of the Internet has brought about the creation of an on-line “marketplace” which brings together people and organizations from different parts of the world.” (dikutip dari Sajda Qureshi, Movement in the information technology for development debate: How can it meet the challenges of global competition?, Jurnal Information Technology for Development 10 (2003) 147–149) http://itd.ist.unomaha.edu/Archives/55.pdf
Menurut Giri Suseno Hadihardjono, Ketua MASTEL, industri ICT di Indonesia telah mengalami tingkat pertumbuhan yang sangat menggembirakan dalam beberapa tahun belakangan ini. "Sayangnya kita belum dapat menikmati hasil yang maksimal dari industri ini," ujar Giri dalam ICT Summit 2007. (Jalan Menuju ICT, SDA Asia tanggal 4 Mei 2007)


TEKNOLOGI INFORMASI DI PERUSAHAAN

Teknologi Informasi bagi suatu perusahaan adalah hal yang sangat penting. Dengan penerapan teknologi informasi secara tepat suatu perusahaan dapat memiliki competitive advantage dalam industrinya. Teknologi Informasi semakin membuka kemungkinan bagi perusahaan untuk mengmbangkan dan memperluas bisnisnya. Bagi perusahaan yang ingin bersaing dan maju, Teknologi Informasi tampaknya merupakan suatu kepentingan yang tidak bisa dihindarkan. Teknologi Informasi tampaknya bukan hanya merupakan suatu alat pendukung tetapi sudah merupakan alat utama.
Teknologi Informasi yang digunakan oleh suatu perusahaan tidak akan sama dengan perusahaan lain walaupun berada dalam industri yang sama. Pemilihan Teknologi Informasi seperti apa yang akan dibangun Teknologi Informasi harus dibangun sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam Majalah SWA no. 10/XXIII hal. 44 (http://www/swa.co.id) dikemukakan bagaimana membangun sistem Teknologi Informasi (TI) yang ideal, yaitu :
1. Harus tahu visi dan misi perusahaan. Sistem Teknologi Informasi yang dibangun harus sejalan dengan visi dan misi tersebut.
2. Menentukan system teknologi informasi seperti apa yang dibutuhkan. Ini perlu dirumuskan dengan jelas, apakah Teknologi Informasi itu dibutuhkan secara sophisticated atau sekedar pendukung.
3. Harus mampu memilih system Teknologi Informasi yang tepat yang mampu mengakomodasikan semua kebutuhan perusahaan. Di sini diperlukan survey terlebih dahulu.
4. Proyek Teknologi Informasi bukan sekedar proyek orang IT, tapi harus menjadi proyek perusahaan sehingga perlu melibatkan semua pihak dalam perusahaan.
Masih dari majalah SWA yang sama pada halaman 56 dikemukakan beberapa hal yang diperlukan untuk membangun unit Teknologi Informasi yang ideal yaitu :
 Idealnya, unit TI ini diisi tenaga muda, karena mereka akan mendorong inovasi, dinamis, dan berpikiran terbuka.
 Harus memiliki business process knowledge/business sense, tujuannya agar mereka mampu menciptakan inovasi yang usable, alias bisa dipakai dalam bisnis.
 Memiliki metodologi manajemen proyek dan disiplin, tujuannya supaya setiap proyek berjalan tepat waktu.
 Memiliki skill update, agar mereka selalu mengikuti perkembangan terbaru di dunia TI dan senantiasa melakukan benchmark terhadap best practice.
 Jangan melihat TI sebagai dewa penyelamat, sebab TI hanyalah merupakan alat
 Dalam mengimplementasikan TI harus disadari bahwa sesungguhnya tengah melakukan manajemen perubahan (change management).
 Strategi komunikasi an pemahaman bisnis jauh lebih penting ketimbang TI itu sendiri.
 Boleh berinovasi untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Namun inovasi dalam batas-batas yang sudah menjadi standarisasi perusahaan. Standarisasi dibutuhkan untuk efisiensi.
 Tim TI bukanlah komunitas yang terisolasi.
 Jangan pernah hanya berpikir secara teknologi. Bermainlah sebagai pemain pemasaran bersama pelaku bisnis.

Akbar Zainun dalam suatu artikel “Mengapa Perusahaan Membutuhkan TI Master Plan” yang dimuat pada plasmedia tanggal 12 Mei 2005 menyebutkan pentingnya IT Master Plan bagi perusahaan yang akan mengimplementasikan Teknologi Informasi. Menurut Akbar Zainun :
“IT Master Plan pada intinya berisi rencana strategis perusahaan dalam mengimplementasikan dan membangun sistem informasi di Perusahaan. Di dalamnya berisi pedoman kebutuhan sistem informasi seperti apa yang diperlukan perusahaan. Yang perlu menjadi catatan penting adalah bahwa IT Master Plan merupakan turunan dari Business Plan perusahaan. Teknologi informasi diimplementasikan sebagai tool untuk membantu perusahaan dalam mencapai visi dan misinya. Karena itu, tanpa ada visi dan misi yang jelas dari perusahaan, IT Master Plan juga tidak bisa dibangun.”
Selanjutnya Akbar Zainun menerangkan “bahwa setelah memahami visi dan misi perusahaan serta target dan tujuan perusahaan yang akan dicapai dalam target kurun waktu tertentu, bisa dilakukan breakdown secara lebih detil untuk mengetahui informasi bisnis pa yang ingin dibutuhkan, misalnya berupa informasi real time tentang keuangan, profil pelanggan, produktivitas mesin dan berbagai informasi spesifik lainnya. Dari berbagai informasi bisnis inilah kemudian diterjemahkan menjadi system dan teknologi seperti apa yang harus diimplementasikan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dan pada saat implementasi kebutuhan ini diterjemahkan secara teknis ke dalam aplikasi software dan hardware. Dalam proses ini juga perusahaan dijabarkan bagaimana perusahaan akan mengelola sumber daya yang ada mulai dari aspek organisasi, SDM (brainware), software, hardware yang akan diimplementasikan.Bagian akhir dari IT Master Plan adalah Manajemen Proyek. Dalam bagian ini dipetakan proyek TI apa yang diprioritaskan dibandingkan proyek yang lain.”
Beberapa manfaat IT Master Plan bagi Perusahaan, yaitu :
1. IT Master Plan akan menjadi dasar bagi perencanaan perusahaan dalam investasi dan implementasi teknologi informasi. Dengan demikian, perusahaan tidak lagi sekedar beli ataupun install, tetapi mempunyai perencanaan yang baik
2. Perusahaan bisa mengurangi berbagai resiko yang mungkin timbul dalam implementasi IT. Menurut Dr. Richardus Eko Indrajit, banyak sekali resiko-resiko yang mungkin timbul dalam implementasi IT, di antaranya:
• Ketidaksesuaian antara kebutuhan bisnis dengan sistem informasi yang dibangun.
• Banyaknya aplikasi yang tambal sulam sehingga tidak bisa saling berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
• Investasi yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat seperti yang diharapkan.
• Standar kualitas sistem informasi tidak sesuai dengan standar industri yang semestinya.
Dengan adanya perencanaan yang jelas, perusahaan bisa mengelola resiko tersebut dengan baik sejak awal.
3. IT Master Plan dapat menjadi alat control dan parameter yang efektif untuk mereview performa dan kesuksesan implementasi Teknologi Informasi pada suatu perusahaan. Dalam satu tahun misalnya perusahaan dapat melihat system apa yang sudah diimplementasikan dan system apa yang belum diimplementasikan.
Yundi Suherman dalam Majalah Premium Connection Edisi 006 tahun 2006 (http://www. lintasarta.net/tabid/318/Default.aspx) menuliskan, sebenarnya support merupakan elemen yang sangat penting dalam sebuah proses implementasi TI. Jika tidak ada support maka implementasi atau pengembangan teknologi informasi bisa menjadi tidak jalan.

Dalam artikel “IT Governance di Pemerintahan dan Korporasi” (http://www. depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=artikel&view=1&id=BRT060116123801) disebutkan bahwa menurut hasil penelitian CSIR MIT, terdapat lima kunci keputusan tatakelola, sehingga teknologi informasi adalah sebuah aset yang strategis sebagai berikut:
Pertama, IT principles. Keputusan teknologi informasi ini adalah kumpulan dari pernyataan-pernyataan level eksekutif tinggi tentang bagaimana teknologi informasi dapat digunakan organisasi. Sekali pernyataan diartikulasikan, prinsip TI menjadi bagian dari managemen organisasi, yang terus didiskusikan dan dilaksanakan demi perbaikan organisasi, baik di sektor pemasaran, keuangan, pabrik dan lain-lain.
Kedua, IT architecture decisions. Dengan mengklarifikasikan teknologi sebagai pendukung bisnis organisasi yang telah dikembangkan melalui IT principlies baik secara eksplisit maupun implisit, selanjutnya memerlukan proses standardisasi dan integrasi di dalam suatu organisasi.
Arsitektur TI adalah pengorganisasian logika dari data, aplikasi dan infrastruktur yang dikemas dalam suatu kebijakan, hubungan dan pemilihan teknologi untuk mendapatkan integrasi dan standardisasi teknis dan bisnis yang diharapkan.
Dalam banyak kasus di Indonesia saat ini banyak persoalan masalah integrasi dan koordinasi, kepentingan sektoral masih menjadi problem, sehingga sering gagalnya proyek IT di perusahaan yang menghabiskan banyak biaya.
Ketiga, IT infrastructure. Prasarana dan sarana teknologi informasi yang menyangkut jaringan, komputer, perangkat keras dan lunak lainnya adalah suatu kumpulan komponen yang diharapkan bisa mempercepat proses perhitungan, pengiriman dalam berbagai media informasi (data, informasi, gambar, video, teks) dalam waktu yang singkat dan proses penyimpanan yang efektif.
Suatu sarana yang bisa dikontrol dari pusat kekuasaan dan yang dipakai bersama menjadi hal yang penting. Perencanaan kapasitas, baik di penyimpanan, pengiriman (bandwidth) maupun pelayan, menjadi penting. Tanpa ada perencanaan yang baik, maka akan menyebabkan buruknya image dan kinerja IT di perusahaan.
Keempat, business applications needs. Dalam pengembangan teknologi informasi keperluan bisnis yang spesifik sehingga kehadiran teknologi informasi memberikan suatu nilai baru bagi organisasi. Dua hal penting dalam identifikasi keperluan bisnis yang terkait dengan teknologi informasi yaitu kreativitas dan disiplin.Kreativitas diperlukan untuk mengidentifikasi suatu cara atau proses baru dari perusahaan/organisasi sehingga ada nilai yang bermakna. Sedangkan disiplin menyangkut hal yang berkaitan dengan integritas arsitektur sehingga meyakinkan bahwa aplikasi yang dibangun memang sesuai dengan arsitektur perusahan yang terintegrasi dan terinovasi.
Kelima, IT investment and prioritization. Investasi teknologi informasi sering menjadi bahan yang sulit dimengerti oleh top manajemen dari suatu organisasi, hal ini dikarenakan nilai baru yang ditimbulkan tidak langsung terasa oleh organisasi.
Lain dengan membeli mesin baru atau investasi jasa transportasi. Pemahaman eksekutif maupun komisaris menjadi penting. Berapa biaya yang dikeluarkan ? Untuk apa dan bagaiamana merekonsialisasi dari berbagai kepentingan dan keinginan dari sektor lain.
Kelima dasar yang dikembangkan oleh MIT Sloan ini sangat penting dipahami oleh petinggi-petinggi organisasi agar dapat menjadi bagian dari good corporate governance.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa factor internal manajemen perlu dipersiapkan bila suatu perusahaan memutuskan menerapkan atau mengembangkan teknologi informasinya :
1. Komitmen atau support dari seluruh internal stakeholders untuk mendukung keberhasilan implementasi dan pengembangan Teknologi Informasi.
2. Sumber daya manusia (SDM), perusahaan harus memiliki SDM yang memiliki kecakapan untuk penerapan dan pengembangan teknologi infomasi. Hal ini dapat diatasi dengan mengadakan pelatihan-pelatihan dan mengadakan sosialisasi sebelum teknologi informasi yang baru tersebut dijalankan.
3. Pendanaan, kesiapan pendanaan/investasi harus diperhatikan dengan benar, karena investasi untuk Teknologi Informasi hasilnya tidak langsung terasa oleh organisasi
4. Infrastruktur yaitu perangkat keras dan lunak yang tersedia harus yang benar-benar dibutuhkan.

REFERENSI

Departemen Komunikasi dan Informasi, IT Governance di Pemerintahan dan Korporasi (http://www.depkominfo.go.id/portal/?act=detail&mod=artikel&view=1&id=BRT060116123801)

Majalah SWA no. 10/XXIII 10-23 Mei 2007, hal. 44, Bagaimana Membangun Sistem Teknologi Informasi (TI) yang Ideal (http://www/swa.co.id)

Sajda Qureshi, Movement in the information technology for development debate: How can it meet the challenges of global competition?, Jurnal Information Technology for Development 10 (2003) 147–149) http://itd.ist.unomaha.edu/Archives/55.pdf

Zainun, Akbar, Plasmedia, 12 Mei 2005, Mengapa Perusahaan Membutuhkan TI Master Plan (http://www.plasmedia.com/artdetail.asp?fl3nc=1¶m=c2lkPTAwMDIwMDAwMDEyMA%3D%3D)



BACAAN YANG BERHUBUNGAN

Fadjarsarie, Dewi, IT Governor : Sudah Cukupkah dipahami para banker kita, http://www.bi.go.id /web/id/Riset+Survey+Dan+Publikasi/Riset/Kertas+Kerja/it_governance_dewi_f.htm

Isaca.org, IT Governance Institute CEO dan CIO Global Ungkapkan 10 Besar Masalah dan Prioritas IT Mereka, http://www.isaca.org/Template.cfm?Section=Home&CONTENTID= 15181&TEMPLATE=/ContentManagement/ContentDisplay.cfm

Rahardjo, Budi, Pusat Penelitian Antar Universitas bidang Mikroelektronika (PPAUME) ITB, Implikasi Teknologi Informasi dan Internet terhadap Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan:Siapkah Indonesia, 2000, http://www.cert.or.id/~budi/articles/riau-it.doc


SDA Asia, 4 Mei 2007, Jalan Menuju ICT, http://www.sda-indo.com /sda/article /psecom,id,157,nodeid,22,_language,Indonesia.html

SDA Asia, 5 Maret 2007, Usaha Percepatan ICT Nasional, http://www.sdaindo.com /sda/features/psecom,id,1001,nodeid,5,_language,Indonesia.html


Suherman, Yundi, Majalah Premium Connection Edisi 0006 Tahun 2999, Meraih Manfaat Maksimal Investasi TI, Agar 1;1 = 2, http://www.lintasarta.net/tabid/316/Default.aspx

Syahri, Akhmad Syafruddin, Plasmedia, Edisi 006 Tahun 2006 12 Mei 2006, Mengelola Dokumen dengan TI: Hemat Waktu, Uang, Tenaga, http://www.plasmedia.com/ artdetail.asp?fl3nc=1¶m= c2lkPTAwMDIwMDAwMDExZQ%3d%3d

Zainudin, Akbar dan Budy Sugianto, Plasmedia, 19 Mei 2006, Memanfaatkan Data, Meningkatkan Profitabilitas, Aplikasi Business Intelligence untuk Pemasaran, http://www.plasmedia.com/artdetail.asp?fl3nc=1¶m=c2lkPTAwMDIwMDAwMDEyNQ%3d%3d

Diposkan oleh APHATHETIC di 04:45 0 komentar

Selasa, 24 November 2009

Artikel Teknologi Informasi
Strategi buat Mereka yang Kuliah di Bidang Teknologi Informasi
Selama penulis menjadi dosen, tidak satu-dua mahasiswa ingin menguasai semua hal dalam dunia komputer ini (baca: informatika), terutama pada saat pertengahan kuliah. Namun, akhirnya baru tersadar ketika mau mendekati skripsi, bahwa untuk yang spesifik saja ilmunya sangat dalam.

Lalu bagaimana strategi yang harus dilakukan oleh mahasiswa informatika untuk mempersiapkan dirinya agar siap menghadapi dunia kerja ketika selesai diwisuda?

Pertanyaan ini sangat sering ditanyakan oleh para mahasiswa baik pada waktu kuliah formil maupun di luar waktu tersebut. Dari pemantauan selama ini baik dilingkungan akademis maupun dalam dunia kerja, beberapa hal ini harus dipegang oleh mahasiswa tersebut, yaitu:

1. Pahami konsep dasar bagaimana teknologi tersebut bekerja

Ruang lingkup dari informatika sangatlah luas, tidak akan mungkin seorang yang bergerak dalam bidang ini dapat menguasai semuanya secara dalam. Perlu diingat, sangat banyak masyarakat yang awam dengan bidang ini, sehingga kadangkala mereka menganggap seorang yang berada dalam bidang ini mengerti segalanya tentang teknologi. Peganlah kunci dari masing-masing konsep tersebut. Seperti:

* Bagaimana suatu mesin pengolah informasi dapat bekerja,
* Bagaimanalogika matematika diterapkan dalam teknologi ini,
* Bagaimana suatu konsep pemrograman mampu meminta mesin untuk melakukan sesuatu sesuai yang diinginkan oleh pemrogrammnya,
* Bagaimana suatu informasi diolah sehingga suatu mesin dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh penggunanya,
* Bagaimana suatu sistem bisa berkomunikasi sehingga suatu mesin mampu saling terhubung satu dengan lainnya,
* Dan lain-lainnya
2. Tentukan salah satu bidang yang benar-benar ingin ditekuni.

Seperti disampaikan di atas, informatika tersebut ruang lingkupnya sangatlah luas, tidaklah mungkin seorang yang berada di dalam bidang ini bisa menguasai segalanya.

3. Pertajam kemampuan dalam berbahasa inggris

Sama-sama kita akui, bahasa Inggris merupakan bahasa penting untuk mendalami teknologi ini mengingat sumber-sumber referensi dan pengetahuan banyak berasal dari barat yang notabene menggunakan bahasa Inggris ini. Berbagai informasi banyak tersedia di internet. Bidang informatika adalah bidang yang banyak menggunakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris.

Minimal, bahasa Inggris yang dikuasai adalah dalam hal membaca atau bahasa Inggris pasif.

4. Ikuti terus perkembangan teknologi informatika

Seringlah membaca jurnal , berita dan berdiskusi. Perkembangan dalam dunia informatika sangatlah sensitif, artinya hampir waktu demi waktu ditemukan berbagai solusi baru yang berhasil dimunculkan oleh para informatikawan. Teknologi ini termasuk salah satu yang memiliki perkembangan yang cukup tinggi di dunia ini.

Tidak usah jauh-jauh, lihatlah perkembangan komputer, bandingkan komputer yang ada sekarang dengan tahun lalu, lihatlah kemampuannya, lihatlah kecepatan prosesnya, lihatlah daya tampung medianya, lihatlah teknologi ini menyentuh kebidang apa saja, dan..... masih banyak lagi. Bahkan tidak sering kita temukan, suatu teknologi yang belum terlalu lama sudah menjadi barang antik mengingat teknologi penggantinya yang baru muncul begitu cepat.

Sebagai seorang informatikawan, harus selalu mengikuti perkembangannya.

5. Cari kemampuan lebih

Jika anda mengikuti jalur kuliah, jangan hanya berpangku kepada kurikulum standard apalagi hanya bermain dengan teori saja tanpa praktek. Kuliah umumnya memberikan teoritis, yang merupakan dasar-dasar dari teknologi tersebut.

Pada tingkat awal, kemampuan anda tidak akan terlalu dipandang kalau hanya memahami kulit-kulitnya saja dari teknologi ini, tanpa tahu bagaimana mengimplementasikannya.

Untuk itu carilah kemampuan lebih, jadilah ahli dalam bidang yang anda sukai, carilah kemampuan lebih dibanding kemampuan para mahasiswa umumnya. Kapan perlu, seringlah mengoprek atau melakukan praktek-praktek dari bidang yang anda senangi.

Misalnya kalau anda senang dengan Sistem Operasi , seringlah mengolahnya, mengatur konfigurasi, dan mempertajam kemampuan dari sistem operasi yang anda sukai.

Jika anda menyukai programming (pemrograman) , seringlah berlatih, sehingga anda dapat menyelesaikan sebuah masalah yang terstruktur secara cepat.

6. Aktif berselancar di Internet

Banyak sekali ilmu dan informasi yang tersedia di Internet. Tidak ada yang perlu ditakuti terhadap sesuatu yang belum kita anggap belum mengerti. Sebagai tahap awal inilah langkahnya. Gunakan internet. Menggunakan internet sangat gampang! Seperti pernah diungkapkan sebelumnya, anak saya yang belum masuk sekolah dasar saja mampu menggunakannya. Apalagi kita yang bisa membaca dan menelaah lebih jauh.
Jika anda belum pernah menggunakannya, banyak sekali buku yang tersedia tentang bagaimana menggunakan internet ini bagi para pemula, yang diproduksi oleh berbagai penulis dan penerbit. Salah satunya adalah seperti yang pernah kami tulis sebelumnya, dengan judul, “Menggunakan Internet”. Di sana anda akan dibawa bagaimana mengenalnya, menggunakannya, hingga memanfaatkan resource yang ada. Sayang, karena tulisan ini bukan cenderung ke sana, maka kami tidak bisa membahas lebih detil di sini.

Atau ajaklah seseorang yang pernah menggunakannya. Saya yakin, kurang dari satu jam, anda telah bisa jalan sendiri!

7. Akrablah dengan Om Google

Ada kalimat menarik dari salah seorang staff saya, “Ingin tahu jawabannya? Mari kita tanya sama Om Google!”

Saya tersenyum ketika mendengar kalimat ini ketika pertama kali dia sampaikan, seakan-akan mirip dengan komentar pembawa acara “Kuis Galileo” di SCTV.

Bagi pengguna internet, Google bisa jadi bukan merupakan suatu barang aneh, atau situs yang tidak dikenali. Kenapa tidak? Penulis pernah mendapatkan informasi, bahwa Google adalah search engine (situs pencari) yang paling terkenal, paling tidak pada saat tulisan ini ditulis. Alamat situs ini adalah http://www.google.com/

Silakan buka situs itu, coba cari informasi yang anda inginkan, tidak peduli informasi yang anda cari berbahasa Indonesia, maupun bahasa asing lainnya. Bahkan kalau mau bahasa daerahpun oke, jika informasi yang anda minta ada dilautan internet, maka hampir dipastikan dia bisa menemukannya.

Jika anda ingin mendalami lebih jauh tentang pencarian, strategi pencarian, serta kemampuan yang bisa anda optimalkan dengan menggunakan Google ini, anda bisa membaca buku ”Menjelajah Dunia dengan Google” yang diterbitkan oleh Penerbit Informatika Bandung.

Google ini hanya merupakan salah satu dari search engine lainnya, masih banyak lagi yang lainnya, misalnya yahoo, altavista, maupun SearchIndonesia. Situs yang terakhir kami sebutkan merupakan situs pencari yang dibuat oleh bangsa Indonesia.

Mesin Google ini –menurut pengakuan mereka— memiliki milyaran informasi yang disimpan di server mereka. Tidak dibatasioleh negara. Tidak dibatasi oleh daerah. Dan tidak dibatasi oleh bahasa.

Penggunaannya pun gampang sekali. Tidak butuh skill terlalu rumit di sini. Bisa membaca dan menulis saja sudah cukup. Asalkan komputer anda telah terhubung ke internet, ketikkan alamat google seperti yang disebutkan di atas. Lalu akan muncul satu halaman sederhana.

Kemudian untuk melakukan pencarian terhadap informasi yang anda inginkan, silakan masukan kata kunci yang anda inginkan di situs itu.
8. Bingung dengan istilah? Bukalah total.or.id

Bagi pendatang baru, istilah yang ada di dalam dunia informatika ini penuh dengan berbagai hal yang kesannya membingungkan, mari kita ambil contoh mouse yang secara harfiah berarti tikus, namun di dalam bidang ini, mouse diartikan dengan alat penunjuk terhadap sebuah objek yang ditampilkan pada layar monitor.

Masih ada ratusan, ribuan dan entah berapa lagi istilah yang kesannya belum terlalu akrab bagi seorang orang. Alhamdulillah, dengan dunia yang sudah serba terhubung saat ini ada saja solusinya untuk mengatasinya, salah satunya adalah seperti yang tersedia pada situs total.or.id, disana terdapat puluhan ribu istilah yang diterjemahkan dan diterangkan ke dalam bahasa Indonesia, sehingga lumayan untuk mempermudah dalam memahami istilah-istilah yang ditermukan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam bidang informatika ini.

Jika anda memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris, situs-situs serupapun bisa anda temukan di Internet.

9. Kontaklah para pakar langsung dari komputer anda

Jika informasi yang anda inginkan sangat spesifik, atau bahkan pendapat dari pihak lain, kenapa tidak mengontak mereka saja langsung melalui komputer anda? Saya yakin, jika anda berbicara dalam bidang teknologi informasi, orang-orang yang berhubungan dengan teknologi informasi ini sangat besar kemungkinannya memiliki email dan sering online di internet!

Ketiklah sebuah surat pendek, lalu kirimkan kepada pakar tersebut. Mereka akan menjawab atau tidak tentu tergantung dari yang bersangkutan. Sama dengan anda, kapan anda akan menjawab suatu pesan dan kapan tidak menjawabnya. Tentu tergantung juga dengan pendekatan yang dilakukan kepada mereka.

Paling tidak, dengan disediakannya email ini, akan mempermudah kita untuk berkomunikasi antara satu dengan lainnya.

Jika email yang bersangkutan tidak diketahui di mana, tidak ada salahnya mencoba mengontak orang yang tahu dimana alamat email yang anda cari.

10. Bergabung dengan komunitas

Ini menarik lagi. Ada suatu fasilitas di Internet yang disebut dengan mailing list . Mailing list ini adalah merupakan sarana untuk penyampaian pesan antar sesama yang terdaftar dalam suatu group / kelompok.

Sangat banyak mailing list yang tersedia, biasanya disesuaikan dengan berdasarkan suatu hal sehingga mereka berkumpul di internet. Uniknya, media ini menggunakan email. Sehingga setiap anggota yang terdaftar, akan mendapatkan email dari masing-masing yang pesan yang masuk.

Dengan adanya fasilitas mailing list ini, kita tidak perlu repot-repot mengetahui alamat semua kawan yang ada di dalam komunitas tersebut. Kita cukup tahu satu alamat dimana mereka berdiskusi. Dengan dikirimkan sebuah pesan ke alamat tersebut, maka semuanya akan langsung mendapatkan pesan yang anda kirim. Begitu juga jika ada yang menanggapi, maka semua anggota juga mendapatkan respon tersebut. Begitu seterusnya.

Katakanlah kita mengirimkan pesan ke kelompok tersebut yang anggotanya khusus untuk para pengambil keputusan dan pelaku bisnis di Indonesia. Maka diskusi mereka lebih cenderung kepada permasalahan yang ada antar sesama pelaku bisnis bahkan bisa saja cara untuk mencari partner bisnis.

Cukup banyak kelompok ini yang tersedia di internet, yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Pada saat mendaftarkan diri anda dalam suatu mailing list, ada kalanya para pengelola meminta identitas anda, silakan diisi, mungkin diperlukan sebagai database mereka.

Ada sedikit etika biasanya yang berlaku di dalam kelompok di internet, yang disebut dengan nettique (etika dalam dunia net ). Diantaranya adalah memperkenalkan diri kepada anggota lain yang sudah ada pada saat kita baru saja menjadi anggota kelompok tersebut, paling tidak sebagai say hello bahwa anda adalah anggota baru, sehingga kawan-kawan lainnya mengetahui kehadiran anda di dalam kelompok itu. Tidak memperkenalkan diri ke forum juga tidak masalah sebenarnya.

Setelah menjadi anggota, anda bisa terlibat aktif maupun pasif sebagai anggota. Jika anda tertarik untuk mengirimkan pesan maupun mengomentari pesan yang masuk untuk disampaikan ke forum. Biarkan mesin yang dituju yang mengelola kemana dan kepada siapa saja pesan anda disampaikan.

Lalu, jika kita telah terikat dengan suatu mailing list, apakah bisa menarik diri dengan keanggotaan anda? Tentu bisa. Anda bisa melakukannya kapan saja, sesuai dengan ketentuan kelompok yang anda ikuti.

11. Diskusi realtime, teleconference, atau chatting

Jika sudah akrab dengan seseorang, anda juga bisa mengetahui apakah kawan anda sedang online atau tidak. Tentu saja atas sepengetahuan yang bersangkutan, apakah beliau mengizinkan anda atau tidak mengetahui hal ini.

Kemudian, berdiskusi langsung dengan yang anda maksud secara online dan realtime . Diskusi bisa dilakukan dengan percakapan dengan mengetikkan pesan anda lalu saling menjawab, yang sering disebut dengan chatting . Atau bahkan hingga bercakap langsung dengan menggunakan suara, serta ditambah gambar yang ada di kamera, yang disebut dengan istilah teleconference .

12. Ikuti sertifikasi internasional

Hal ini tidak merupakan suatu keharusan, kecuali kalau anda ingin cepat memenangkan persaingan dalam menunjukkan kemampuan anda. Jika anda mengikuti pendidikan dengan sertifikasi internasional ini dan anda berhasil mendapatkan sertifikasi itu, ini merupakan suatu bukti bahwa anda mendalami bidang tersebut yang diakui tidak hanya di negara kita saja, namun dunia mengakuinya. Carilah sertifikasi yang kualified.

Cukup banyak sertifikasi keahlian dalam bidang informatika ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar